Rabu, 30 Januari 2013

Pemeliharaan Tanaman Buah Kelengkeng 
(Dimocarpus lonan L.)
PENDAHULUAN
Latar Belakang
         Buah fenomenal merupakan julukan lengkeng dataran rendah. Kehadirannya 2 tahun silam meruntuhkan anggapan lengkeng yang dikira hanya berbuah di dataran tinggi berudara sejuk. Puluhan para pekebun dan hobiis mulai mengebunkan jenis lengkeng dataran rendah di segala penjuru nusantara. Kelebihan dari lengkeng dataran rendah ialah sifatnya yang genjah. Bibitnya pada umur 16 -20 bulan mulai belajar berbuah. Ternyata pengetahuan tentang lengkeng dataran rendah masih sangat minim.
         Long yen demikian orang Cina menyebut tanaman lengkeng, telah lama dikenal orang sebagai buah meja. Buah tanaman yang termasuk anggota famili Sapidanceae ini memiliki citarasa yang khas, manis berair serta aroma harum. Buah lengkeng selain lezat disantap ternyata juga memiliki kandungan gizi yang baik (286 kal, 45 mg kalsium dan 196 mg fosfor). Disamping itu si mata naga ini juga dipercaya memiliki khasiat obat, misalnya untuk penyakit salesma, radang tenggorokan, luka bakar, memar, insomnia dan untuk memulihkan stamina wanita sehabis melahirkan.
         Pada awalnya pada tahun 1996 biji kelengkeng Pingpong mulai ditanam di Prambanan. Bibit ini diperoleh dari pohon indukan yang ditanam di Semarang yang asalnya dari Vietnam. Harga bibit kelengkeng pingpong cukup bervariasi tergantung pada ukurannya, misalnya untuk ukuran 15 cm sampai 20 harganya   20 ribu untuk yang berasal dari biji sementara yang berasal dari okulasi berukuran 60 cm seharga 40 ribu. Keunggulan bibit dari okulasi adalah lebih cepat berbuah dibandingkan bibit dari biji, sehingga lebih banyak digemari pembeli. Harga tergantung pada ukurannya ada yang seharga 250 ribu bahkan 2.5 juta.
         Kelengkeng pingpong sangat mudah untuk dibudidayakan ataupun untuk keperluan tabulampot (tanaman buah dalam pot) sebagai penghias halaman rumah. Sangat cocok ditanam daerah panas pada lahan yang sempit sekalipun asalkan berada ditempat terbuka (mendapat sinar matahari langsung). Selain buahnya yang besar, rasanya yang manis, aromanya juga lebih wangi daripada kelengkeng lokal ataupun kelengkeng yang sering kita jumpai di supermarket yang sering kita sebut kelengkeng Bangkok.
TINJAUAN PUSTAKA
Botani Tanaman
          Tanaman Kelengkeng (Dimocarpus longan L) dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom   : Plantae
Divisi         : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas         : Monocotyledonae
Ordo          : Sapindales
Famili        : Sapindaceae
Genus        : Dimocarpus
Species      : Dimocarpus longan L.
         Kelengkeng memiliki sistem akar serabut (radix adventicia), yaitu akar lembaga yang dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besarnya dan semuanya keluar dari pangkal batang,akar ini bukan berasal dari calon akar tetapi akar liar yang berbentuk serabut.
         Pohon lengkeng dapat mencapai tinggi 40 m dan diameter batangnya hingga sekitar 1 m. Memiliki bentuk batang seperti silinder panjang, jelas berbuku-buku dan beruas-ruas, bersekat pada buku-bukunya. Daun-daun tersusun berseling dalam dua baris pada batang.
         Berdaun majemuk, dengan 2-4(-6) pasang anak daun, sebagian besar berbulu rapat pada bagian aksialnya. Tangkai daun 1-20 cm, tangkai anak daun 0,5-3,5 cm. Anak daun bulat memanjang, panjang lk. 1-5 kali lebarnya, bervariasi 3-45 × 1,5-20 cm, mengertas sampai menjangat, dengan bulu-bulu                     kempa terutama di sebalah bawah di dekat pertulangan daun.
         Perbungaan umumnya di ujung (flos terminalis), 4-80 cm panjangnya, lebat dengan bulu-bulu kempa, bentuk payung menggarpu. Mahkota bunga lima helai, panjang hingga 6 mm. Mahkota berwarna putih atau ungu tergantung pada varietasnya. Sebagian bunga menyerbuk sendiri, tetapi mudah juga dilakukan persilangan.
         Buah bulat, coklat kekuningan, hampir gundul; licin, berbutir-butir, berbintil kasar atau beronak, bergantung pada jenisnya. Daging buah (arilus) tipis berwarna putih dan agak bening. Pembungkus biji berwarna coklat kehitaman, mengkilat. Terkadang berbau agak keras. 
Syarat Tumbuh
Tanah
         Pertumbuhan tanaman kelengkeng akan baik pada tanah yang datar atau sedikit miring, solum dalam dan mempunyai draenasi yang baik, tanah gembur, subur, dan permeabilitas sedang. Tanah yang baik bagi pertumbuhan harus mampu menahan air yang cukup dan hara yang tinggi secara alamiah dan hara tambahan.
         Tanaman lengkeng dapat hidup di hampir berbagai jenis tanah, namun yang terbaik adalah lempung berpasir dan mengandung kapur, atau pada jenis tanah andosol. Jenis tanah latosol juga cocok bagi tanaman lengkeng. Namun pada dasarnya membutuhkan tanah yang subur dan banyak mangandung zat organik, bersifat porous, keasaman 5,5 – 6,5 serta memiliki aerasi dan drainase yang baik.
Beberapa varietas baru.
         Jenis lengkeng yang telah banyak dikenal selama ini, umumnya dapat tumbuh dan berbuah dengan baik di daerah dataran tinggi, meski ada sebagian yang adaptif di dataran rendah tetapi umur panennya lama ( di atas 8 tahun). 
Iklim
         Faktor yang berpengaruh terhadap tanaman lengkeng adalah ketinggian tempat tumbuh dari permukaan laut. Selama ini diketahui lengkeng hanya dapat hidup dan berbuah di daerah dataran tinggi. Hal ini berkaitan dengan kondisi suhu ideal bagi pertumbuhannya, yaitu 20-33 o C pada siang hari dan 15 – 22 o C pada malam hari.
         Curah hujan tinggi tidak terlalu baik untuk cabai karena menyebabkan kerontokan bakal bunga serta membuat bunga dan buah tumbuh kecil. Selain itu, kelembaban yang tinggi akan merangsang perkembangan jamur yang berpotensi mengundang penyakit. Curah hujan yang cocok adalah sebesar 2500-4000 mm/tahun dan tersebar merata disepanjang masa pertumbuhannya.
         Kelembaban udara ideal bagi pertumbuhan lengkeng adalah 65-90 % dan curah hujan 2500-4000 mm/tahun. Untuk itu, sebaiknya kelengkeng ditanam pada awal musim kemarau. Namun, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, karna harga jualnya melonjak, kelengkeng dapat ditanam  pada musim hujan.
Pemeliharaan Tanaman Kelengkeng
Penanaman
         Bibit yang baru di beli jangan langsung ditanam, karena biasanya masih stres akibat pengangkutan. Bibit dibiarkan dulu hingga terlihat segar dan tidak ada daun yang berguguran. Polybag bibit digores dengan silet tajam, kemuarkan bibit dan tanahmya, bila tanah terlalu gembur diberi sedikit tekanan, bila tanah terlalu keras medianya sedikit digaruk / digemburkan. Letakkan pada lubang dan timbun dengan media yang telah disiapkan. Perhatikan agar sambungan bibit tidak tertutup tanah.
         Sebagian besar petani klengkeng sebelum penanaman bibit terlebih dahulu membuat lubang tanam. Jarak antara lubang satu dengan lainnya minimum 10 x 10 meter. Ukuran lubang tanam adalah 60 x 60 cm dan kedalamannya lebih kurang 60 cm. Kemudian lubang tanam tersebut diisi dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 3 (tanah): 1 (kompos) dan dibiarkan sampai beberapa waktu hingga keadaan tanah tersebut kering dan dingin (tidak ada fermentasi pupuk kandang atau kompos). 
Pengolahan Lahan
Dibuat lubang 60 x 60 x 60 cm s/d 80 x 80 x 80 cm.
Lubang diangin-anginkan selama 1 minggu (bila drainase baik) bila drainase kurang baik. 2-3 minggu. Disiapkan media, tanah gembur : pupuk kandang : pasir = 1: 2 : 1.
         Pada dasarnya sama dengan yang diterapkan pada skala rumah tangga. Hanya di sini, penggunaan pupuk kandang dapat perhatian lebih, dimana di tahap awal penanaman pemberian pupuk kandang penting untuk diterapkan di media tanam. Kandungan unsur yang terurai dalam hara, berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. Selebihnya media pasir, tanah liat, dan sekam bisa dikombinasikan. 
Pemangkasan
         Percabangan yang optimal sangat diperlukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman. Pemangkasan pertama dapat dilakukan sekitar 2 bulan setelah tanam. Tanda tanaman yang siap dipangkas adalah: daun menua dan batang berwarna kecoklatan. Tanaman dipangkas 5-10 cm dari ujung pucuk, 2 cm dari ruas batang terdekat. Tinggi tanaman sedapatnya dipertahankan 2,5 – 3 m untuk memudahkan perawatan dan pemanenan.. Tunas air juga harus dibuang, karena tunas air menyebabkan tanaman rimbun dan lembab sehingga dapat mengundang hama.
         Pemangkasan adalah pemotongan atau pengurangan sebagian dari cabang dan ranting. Pemangkasan cabang dan ranting ini bertujuan: (1) Untuk memperbanyak cabang/ranting, karena hilangnya dominasi titik tumbuh apikal; (2) Untuk memperpendek pohon, supaya mudah pemanenannya (dwarfing), (3) Untuk mempermuda tnaman yang telah tua; (4) Untuk mengatur keseimbangan karbohidrat dan nitrat pada tanaman agar dapat berbuah.
         Pada tanaman lengkeng yang buahnya sedikit harus selalu dilakukan pemangkasan, sebab dengan dilekukan pem,angkasan lengkeng akan cepat berbuah. Hal ini didasarkan pada perbandingan banyaknya karbohidrat dalam daun dengan banyaknya protein dan nitrat yang dapat larut dalam tanaman. Jika karbohidratnya rendah dan kadarnya tinggi, tanaman secara vegetatif akan tumbuh terus denga subur tetapi tanpa berbuah. 
Pemupukan
         Setelah 1,5 bulan tanaman dipupuk dengan pupuk NPK 1 sendok makan NPK/10 L air, siram disekitar tanaman. Pemupukan selanjutnya setiap 2 bulan sekali. Perlu diperhatikan, bahwa jenis Diamond rever sangat sensitive terhadap overdosis pupuk.
         Pemupukan tanaman lengkeng dilakukan dua kali dalam satu tahun, yakni pada awal musim hujan dan menjelang musim kemarau. Pupuk yang digunakan adalah pupuk anorgnik Urea, TSP, KCl atau pupuk lengkap NPK. Dosis pemberian pupuk disesuaikan dengan umurnya atau besar dan tingginya tanaman. Tanaman yang berumur 4 sampai 5 tahun dengan ketinggian 3 sampai 4 meter dapat dipupuk sebanyak 1 sampai 2 kg NPK setiap kali pemupukan.
         Bagi tanaman lengkeng yang sudah berproduksi, pemupukan dengan NPK hendaknya lebih dari 2 kilogram setiap kali pemupukan. Cara pemupukan dilakukan dengan jalan membenamkan pupuk tersebut dalam tanah di sekitar tanaman, dengan jarak dari batang pokok selebar lingkar luar dari tajuk daun (proyeksi lingkar luar tajuk daun). Pemupukan dapat juga dilakukan lewat daun dengan pupuk daun yang mengandung kadar kalium rendah.

Peningkatan Kualitas Buah
         Teknik penanaman dengan surjan atau bedengan; pemupukan tepat waktu; dan tepat unsur hara dipercaya bisa mengatasi beceknya buah. Pekebun harus rajin mencoba. Diamond River dengan penanaman pada bedengan yang ditinggikan, maka kelebihan air dapat dibuang. Maka seiring bertambahnya umur buah, daging semakin kering dan biji semakin mengecil. Diamond river cocok ditanam sebagai tabulampot atau tanaman pekarangan karena tajuknya indah dan buah lebat. Pingpong 1,5 - 2 tahun dari bibit mulai berbunga. Itu luar biasa. Daunnya besar seperti daun jeruk Bali.
         Bibit lengkeng dalam waktu 1 1/2 - 2 tahun sudah dapat berbuah. Tanaman buah lengkeng ini bersifat tanaman adaptif. Dapat tumbuh di tanah berpasir, lempung, liat, sampai yang berbatu, dan mampu berbuah pada lahan berketinggian 0—400 meter di atas permukaan laut (dpl). Jelas berbeda dengan lengkeng Temanggung atau Batu yang hanya berbuah di dataran tinggi.
Pengembangan lengkeng dikerjakan dengan cara vegetatif, sambung pucuk, okulasi, dan cangkok. Lengkeng termasuk buah yang digemari konsumen walaupun harganya cukup mahal.

KESIMPULAN
1.     Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia, Karena buahnya mempunyai kapasitas menaikkan pendapatan petani, sebagai bahan baku industri, memiliki peluang eksport.
2.      Pupuk adalah suatu bahan yang bersifat organik ataupun anorganik, bila ditambahkan ke dalam tanah atau ke tanaman, dapat memperbaiki sifat fisik, sifat kimia, dan sifat biologi tanah dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.
3.      Ada empat jenis kelengkeng yang cocok ditanam didataran rendah yaitu kelengkeng ping pong, kelengkeng diamond river, kelengkeng kristalin, dan kelengkeng itoh.
4.      Kelengkeng tidak hanya dapat ditanam didataran rendah tetapi dapat juga ditanam didataran tinggi.
5.      Kelebihan dari kelengkeng dataran rendah adalah sifatnya yang genjah. Bibitnya pada umur 16-20 bulan mulai belajar berbuah.
DAFTAR PUSTAKA
Andrianto dan Novo, 2004. Budidaya Kelengkeng. Kanisius, Yogyakrata.

Goenadi, D.H., 2006. Pupuk dan Teknologi Pemupukan Berbasis Hayati: dari Cawan Petri ke Lahan Petani. Yayasan John Hi-Tech Idetama, Jakarta.

Hadi, M., 2004. Teknik Berkebun Kelengkeng. Adicita, Yogyakarta.

Hanafiah, K. A. 2007. Dasar – Dasar Ilmu Tanah. Grafindo Persada, Jakarta.

http://jma.mb.ipb.ac.id/uploads/doc/29June2010_Ratna_Katharina_4.doc. Pemeliharaan Kelengkeng. Diakses pada 16 Oktober 2010.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17749/5/20I.pdf. Budidaya Tanaman Kelengkeng. Diakses pada 16 Oktober 2010.

Http://www.justusvonleibig.com, 2010. Perawatan Tanaman Kelengkeng. Diakses 16 Oktober 2010.

Sastrosayono,  S. 2004. Budidaya Kelengkeng. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Suprapto, 1997. Bertanam Kelengkeng. Penebar Swadaya, Jakarta.

Tim Penulis, 2007. Budidaya Tanaman Kelengkeng. Agromedia, Jakarta.





 

Penggunaan Pupuk Organik Pada Tanaman Seledri (Apium graveolens L.)


PENDAHULUAN
Latar Belakang
         Seledri telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu di Eropa sebagai unsur pengobatan dan penyedap masakan. Plinius Tua telah menuliskannya sejak awal penanggalan modern. Linnaeus mendeskripsikannya pertama kali dalam edisi pertama Species Plantarum. Ia memasukkan seledri dalam suku Umbelliferae, yang sekarang dinamakan Apiaceae.
         Seledri (Apium graveolens L.) berasal dari daerah subtropik Eropa dan Asia. Menurut ahli sejarah botani, daun seledri telah dimanfaatkan sebagai sayuran sejak tahun 1640, dan diakui sebagai tumbuhan berkhasiat obat secara ilmiah baru pada tahun 1942.
         Pupuk adalah suatu bahan yang bersifat organik ataupun anorganik, bila ditambahkan ke dalam tanah atau ke tanaman, dapat memperbaiki sifat fisik, sifat kimia, dan sifat biologi tanah dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Pemupukan dapat diartikan sebagai cara-cara atau metode serta usaha-usaha yang dilakukan dlam pemberian pupuk atau unsur hara ke tanah atau ke tanaman yang sesuai dengan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman yang normal.
         Tumbuhan herbal bernama seledri ini berasal dari daerah subtrotip Eropa dan Asia. Nama ilmiahnya adalah Celery Apium gravoelens, Linn. Tumbuhan di dataran tinggi pada ketinggian di atas 900 m dari permukaan laut. Seledri mengandung vitamin A dan C, mineral, kalsium, fosfor, kalium, dan natrium. Daunnya mengandung polifenol, saponin, dan flavonoida. Setiap 100 g seledri mengandung 20 kalori.
         Pemupukan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan produktivitas tanaman. Ketersediaan pupuk secara tepat dosis dan tepat waktu sering menjadi masalah bagi pekebun kelapa sawit. Dalam hal ini pemakaian pupuk majemuk merupakan salah satu alternatif untuk menjamin penyediaan seluruh hara secara tepat waktu dan seimbang di dalam tanah.
TINJAUAN PUSTAKA
Botani Tanaman
         Menurut Tim Penulis (2007) mengklasifikasikan tanaman seledri (Apium graveolens L) sebagai berikut :
Kingdom   : Plantae
Divisi         : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas         : Dicotyledoneae
Ordo          : Apiales
Famili        : Apiaceae
Genus        : Apium
Species      : Apium graveolens L
         Akar seledri berupa akar tunggang dengan warna putih kotor. Pada akar, terdapat rambut – rambut akar yang merupakan perluasan dari sel – sel epidermis akar. Akar sebagai tempat masuknya mineral dari tanah menuju ke seluruh bagian tumbuhan.
         Seledri merupakan tanaman semak dengan tinggi sekitar 15 cm. Batangnya pendek tidak berkayu, bersegi, beralur, beruas, bercabang tegak dan berwarna hijau pucat.
         Daunnya menjari tidak teratur serta berlekuk-lekuk dan majemuk menyirip ganjil dengan anak daun terdiri dari 3-7 helai serta mempunyai tangkai daun yang panjang. Pangkal dan ujung daun runcing, tepi daun beringgit dan panjang daun 2-7,5 cm dengan lebar 2-5 cm.
         Bunga berupa bunga majemuk berbentuk payung dan berwarna hijau. Panjang tangkainya sekitar 2 cm. Mahkota berwarna putih atau ungu tergantung pada varietasnya. Sebagian bunga cabai menyerbuk sendiri, tetapi mudah juga dilakukan persilangan.
         Buahnya berbentuk kotak atau kerucut dengan warna hijau kekuningan. Ukuran buah beragam, memiliki rongga dengan jumlah berbeda-beda sesuai dengan varietasnya. Di dalam buah terdapat plasenta tempat biji melekat.
         Biji seledri terletak di dalam buah, melekat sepanjang plasenta. Warnanya putih atau kuning jerami dan memiliki lapisan kulit keras di bagian luarnya. Biji inilah yang digunakan sebagai benih untuk menghasilkan tanaman baru.
Syarat Tumbuh
Tanah
         Pertumbuhan tanaman cabai akan baik pada tanah yang datar atau sedikit miring, solum dalam dan mempunyai draenasi yang baik, tanah gembur, subur, dan permeabilitas sedang. Tanah yang baik bagi pertumbuhan harus mampu menahan air yang cukup dan hara yang tinggi secara alamiah dan hara tambahan.
         Persyaratan tanah yang ideal untuk tanaman seledri adalah harus subur, gembur, banyak mengandung bahan organik (humus), tata udara (aerasi), dan tata air (drainase) tanah baik, serta reaksi tanah (pH) antara 5,5-6,5 atau optimum pada pH 6,0-6,8.
         Tanaman seledri sangat menyukai tanah-tanah yang menyukai garam natrium, kalsium, dan boron. Jika tanah kekurangan natrium maka pertumbuhan tanaman seledri akan merana (kerdil). Demikian juga jika tanah kekurangan unsur kalsium menyebabkan kuncup-kuncup daun seledri menjadi kering-kering, sedangkan kekurangan unsur boron mengakibatkan tangkai0tangkai daun seledri akan retakretak atau belah-belah.

Iklim
         Seledri termasuk salah satu jenis sayuran daerah subtropis yang beriklim dingin. Perkecambahan benih seledri menghendaki keadaan temperatur minimum 90C dan maksimum 200 C. Sementara untuk pertumbuhan dan menghasilkan produksi yang tinggi menghendaki temperatur sekitar 150-180 C serta maksimum 240C.
         Tanaman ini cocok dikembangkan di daerah yang memiliki ketinggian tempat antara 1000-1200 m dpl, udara sejuk dengna kelembaban antara 80 %-90 % serta cukup mendapat sinar matahari. Seledri kurang tahan terhadap air hujan yang tinggi. Oleh karena itu, penanaman seledri sebaiknya pada akhir musim hujan atau periode bulan-bulan tertentu yang keadaan curah hujannya berkisar antara 60-100 mm per bulan.
         Seledri membutuhkan iklim kering dengan lama penyinaran 12 jam per hari, terutama pada masa pembungaan dan pembuahan. Untuk itu, sebaiknya seledri ditanam pada awal musim kemarau. Namun, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, karna harga jualnya melonjak, seledri dapat ditanam  pada musim hujan.

Penggunaan Pupuk Organik
Pupuk Organik
         Pupuk alam atau pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari alam yakni berasal dari sisa-sisa pelapukan bahan organis baik yang berasal dari tanaman ataupun hewan. Beberapa jenis dari pupuk organik adalah : (1) Pupuk kandang, (2) Pupuk hijau, (3) Kompos, (4) Guano, (5) Night soil (tinja manusia).
         Berbeda halnya dengan pupuk buatan, pupuk organik mempunyai kadar hara yang rendah dan lambat tersedia bagi tanaman. Oleh karena itu, peranan utama dari pupuk organik bukanlah untuk menambah unsur hara tetapi untuk memperbaiki sifat fisika tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme di dalam tanah.
         Selama ini pupuk organik yang lebih banyak dimanfaatkan pada usahatani yaitu pupuk organik padat (pupuk kandang), sedangkan limbah cair (urine) masih belum banyak dimanfaatkan. Sebenarnya urine sapi sangat baik digunakan sebagai pupuk kandang. Salah satu alternatif pemecahan yang mungkin dilakukan yaitu dengan penggunaan pupuk organik cair yang berasal dari urine ternak.

Kandungan Pupuk Organik
         Kandungan bahan organik pada lahan yang diusahakan secara intensif umumnya rendah, sehingga pemberian pupuk organik memegang peranan penting untuk meningkatkan produktivitas lahan. Pengaruh positif pemberian pupuk kandang dan pupuk hijau dalam takaran tinggi (5-20 ton/ha).
         Pemberian pupuk kandang sebanyak 5 ton/ha atau lebih adalah suatu hal yang tidak mudah dilakukan petani karena terkait dengan ketersediaan, harga, maupun pengangkutannya. Pemberian 5 ton ha-1 jerami padi dilaporkan dapat memasok 30 kg N, 5 kg P, 2,5 kg S, 75 kg K dan 100 kg Si disamping 2 ton karbon yang merupakan sumber energi untuk kegiatan jasad renik dalam tanah.

Manfaat Penggunaan Pupuk Organik
1.  Pupuk organik merupakan pupuk yang mengandung bahan organik yang berkadar bahan humik lebih besar dari 1%.
2.   dapat meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian dan perkebunan melalui paket teknologi, efisiensi produksi dan aplikasi.
4.   untuk menginisiasi germinasi bibit dan perakaran.
5.   meningkatkan pembelahan dan pemanjangan sel.
6.   meningkatkan total biomassa tanaman dan jumlah klorofil daun.
7.   meningkatkan permeabilitas membrane sehingga mempermudah pengangkutan nutrien melalui membran serta.
8.   untuk mengubah bentuk nutrien tidak larut menjadi bentuk terlarut.

Kendala Penggunaan Pupuk Organik
         Kendala dalam pemberian pupuk organik padat (pupuk kandang) yaitu dibeberapa lokasi jumlah ternak masih relativ kurang dibandingkan dengan luas lahan serta aplikasinya mahal karena membutuhkan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi dibandingkan pupuk anorganik.
         Pupuk organik merupakan pupuk yang kaya akan unsure hra tetapi sangat jarang digunakan para petani karena perlu adanya proses pembuatan yang memakan waktu dan tenaga kerja. Kebanyakan para petani memilih menggunakan pupuk anorganik yang serba instant.
 KESIMPULAN
1.  Seledri (Apium graveolens L.)  merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia, Karena selain dijadikan bumbu masak juga mempunyai kapasitas menaikkan pendapatan petani, sebagai bahan baku industri, memiliki peluang eksport, serta sebagai sumber vitamin C.
2.      Pupuk adalah suatu bahan yang bersifat organik ataupun anorganik, bila ditambahkan ke dalam tanah atau ke tanaman, dapat memperbaiki sifat fisik, sifat kimia, dan sifat biologi tanah dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.
3.      Pupuk Organik mengandung unsur hara makro yaitu N, P, K, Ca, Mg,  dan S serta unsur hara mikro Fe, B, Al, Co, Cr, Cu, Mn, Na, Zn, Pb, dan Mo. Aplikasinya pada tanaman selain dapat dilakukan secara tunggal baik melalui tanah atau dengan cara disemprotkan.
4.      Dengan kandungan unsur hara yang dimilikinya menjadikan pupuk organik dapat dijadikan pilihan utama dalam upaya mengurangi ketergantungan tanaman terhadap pupuk anorganik.
5.      Aplikasi pada tanaman tidak saja memacu pertumbuhan dan perkembangan akar, batang dan daun, tetapi juga merangsang pembentukan anakan, cabang, bunga dan buah sehingga akan meningkatkan produktivitas tanaman.


DAFTAR PUSTAKA
Cahyono, B., 2003. Seledri. Aneka Ilmu, Semarang.

Goenadi, D.H., 2006. Pupuk dan Teknologi Pemupukan Berbasis Hayati: dari Cawan Petri ke Lahan Petani. Yayasan John Hi-Tech Idetama, Jakarta.

Hanafiah, K. A. 2007. Dasar – Dasar Ilmu Tanah. Grafindo Persada, Jakarta.

http://bbsdlp.litbang.deptan.go.id/download/jukniskta.pdf. Pupuk Organik. Diakses pada 16 Oktober 2010.

http://books.google.co.id/. Pemupukan. Diakses pada 16 Oktober 2010.

Http://tanindo.org/pupukorganik/. Pupuk Oganik. Diakses 16 Oktober 2010.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17749/5/20I.pdf. Budidaya Tanaman Hortikultura. Diakses pada 16 Oktober 2010.

Rukmana, R., 1995. Budidaya Seledri. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Tim Penulis, 2007. Budidaya Tanaman Seledri. Agromedia, Jakarta.

van Steenis, C. G. G. J., den Hoed, D., Bloembergen, S., dan Eyma, P. J., 1987. Flora untuk Sekolah di Indonesia. Pradnya Paramita, Jakarta.





 

Minggu, 15 April 2012

PENYAKIT JAMUR AKAR MERAH (Genoderma philippii Bres.) PADA TANAMAN KARET (Hevea brassiliensis Muell. Arg.)


PENDAHULUAN

Latar Belakang

          Sejak berabad-abad yang lalu, karet telah dikenal dan digunakan secara tradisional oleh penduduk asli di daerah asalnya yaitu Brazil, Amerika Serikat. Akan tetapi meskipun telah diketahui penggunaannya oleh Columbus dalam pelayarannya ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-15 dan bahkan oleh penjelajah-penjelajah berikutnya pada awal abad ke-16, sampai saat itu karet masih belum menarik perhatian orang-orang Eropa.
            Karet adalah tanaman perkebunan atau industri tahunan berupa pohon batang lurus, yang pertama kali ditemukan diBrazil dan mulai dibudidayakan tahun 1601. Di Indonesia, Malaysia dan Singapura karet coba dibudidayakan pada tahun 1876. Tanaman karet pertama diIndonesia ditanam di Kebun Raya Bogor. Indonesia pernah menguasai produksi karet dunia, namun saat ini posisi Indonesia didesak oleh dua negara tetangga Malaysia dan Thailand.
            Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Agr.) adalah anggota famili Euphorbiaceae berbentuk pohon, tinggi 10-20 cm, bercabang dan mengandung banyak getah susu. Kegunaan karet sebagai tanaman perkebunan sudah tidak asing lagi, karena banyak sekali benda dan peralatan disekitar kita yang bahan bakunya dari karet. Mulai dari peralatan rumah tangga sampai industri-industri besar banyak yang menggunakan bahan baku karet. Sepatu dan sandal merupakan bagian kecil dari peralatan rumah tangga yang menggunakan karet dalam industri kapal terbang pun bahan baku karet banyak digunakan.
            Karet alam merupakan salah satu komoditi pertanian yang penting, baik lingkup tradisional dan teristimewa bagi Indonesia. Di Indonesia karet merupakan salah satu hasil pertanian terkemuka, karena banyak menunjang perekonomian negara. Hasil devisa yang diperoleh dari karet cukup besar, bahkan Indonesia pernah menguasai produksi karet dunia dengan melibas negara-negara lain dan negara asal tanaman karet sendiri di Daratan Amerika Selatan.
            Karet alam memiliki beberapa sifat fifik yang disukai oleh perusahaan dan antara lain kelekatan (tack), yang sangat baik, kalor timbul (heat build up), yang rendah, kelenturan (resilience), yang sangat baik dan kekuatan regang (tensile strength), yang tinggi. Sifat tersebut sangat cocok untuk ban radial, tetapi ada satu hal yang merupakan kelemahan karena sebagai bahan baku pembuatan ban yaitu ketidakseragaman (non uni formity).
            Istilah penyebab penyakit sering kali dipakai secara kurang tepat. Kalau sudah jaasad renik atau mikroba mengambil bagian pada suatu penyakit tumbuhan, maka pada umumnya dikatakan bahwa jasad inilah penyebab penyakitnya. Pada hal harus diingat bahwa keadaan luar telah lebih dulu pengadakan perdisposisi atau melemahkan tumbuhan, sehingga jasad dapat masuk.
            Jamur adalah organisme kecil  umumnya mikroskopik, eukariot, berupa filamen (benang), bercabang, menghasilkan spora, tidak mempunyai klorofil, dan mempunyai dinding sel yang mengandung kitin, selulosa atau keduanya. Sebagian besar dari 100.000 spesies jamur yang telah diketahuisangat saprfit, hidup pada bahan organik mati, yaitu membantu pelapukan.

Tujuan Penulisan

            Adapun  tujuan  dari  penulisan  ini  adalah  untuk  mengetahui  Penyakit Akar Merah (Ganoderma philippii) Pada Tanaman Karet  (Hevea brasiliensis Muell. Agr.)

Kegunaan Penulisan

-       Sebagai salah satu syarat untuk dapat membuat Paper di Laboratorium Kelapa Sawit dan Karet Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
-       Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkannya.


TINJAUAN PUSTAKA


Botani Tanaman

Di dalam dunia tumbuhan tanaman karet tersusun dalam sistematika sebagai berikut :
            Divisio       :    Spermatophyta
            Subdivisio  :    Angiospermae
            Class         :     Dicotyledonae
            Ordo          :     Euphorbiales
            Famili         :    Euphorbiaceae
            Genus        :    Hevea
            Spesies      :    Hevea brasiliensis  Muell. Agr.
            Daun berselang-seling, mempunyai tangkai daun yang panjang dan mempunyai 3 anak daun yang licin mengkilat, petiolas tipis berwarna hijau dan mempunyai panjang 3,5-30 cm. Helaian anak daun bertangkai pendek yang berbentuk lonjong-oblong atau oblong-obovate. Pangkal daun sempit dan tegang, mempunyai ujung yang runcing,, sisi atas daun berwarna hijau tua dan sisi bawahnya berwarna agak cerah, yang mempunyai panjang 5-35 cm dan lebarnya 2,5-12,5 cm.
            Bunga inflorisensi berada di ketiak daun lateral, bertangkai dan berbunga banyak dan matangnaya singkat. Bunganya berkelamin satu. Kecil, berwarna kuning muda. Tanaman karet adalah tanaman berumah satu (monoecus). Pada satu tangkai bunga yang berbentuk bunga majemuk terdapat bunga betina dan terdapat pula bunga jantan. Penyerbukannya dapat terjadi dengan penyerbukan sendiri dan juga dapat dilakukan dengan penyerbukan silang.
            Buah beruang tiga, jarang yang beruang 4 hingga 6, diameter buah 3-5 cm dan terpisah 3,4 atau 6 cocci berkatup dua, perikarp berbatok, endokarp kayu, biji besar, bulat bersegi empat, tertekan pada satu atau dua sisinya, berkilat, berwarna coklat muda, dengan noda-noda coklat tua, panjang 2-3,5 cm dan lebar 1,5-3 cm, dan tebalnya 1,5-2,5 cm.     
            Biji karet  terdapat dalam setiap buah, jadi jumlah biji biasanya tiga tetapi kadang – kadang enam sesuai dengan jumlah ruang. Ukuran biji besar dengan kulit yang keras, warnanya cokelat kehitaman dengan bercak – bercak berpola yang khas. Biji ini sering menjadi mainan bagi anak – anak, sebernanya biji ini berbahaya karena didalamnya mengandung racun.

Syarat Tumbuh

Iklim
            Tanamn karet tumbuh baik di datara rendah. Yang ideal adalah pada tinggi 0-200 m dpl. Pada ketinggian lebih dari 200 m dpl, laju pertumbuhan lilit batang lebih lambat, sehingga lebih lambat dapat di sadap 3-6 bulan setiap naik 200 m. Tanamn karet tumbuh didaerah tropis pada zona antara 150 LS dan 150 LU.
            Penyebaran perkebunan karet di Indonesia terbanyak adalah hingga ketinggian 400 m dplPada ketinggian 400-600 m, masih mungkin mengusahakan tanaman karet, lebih dari 600 m tidak dianjurkan untuk membuat perkebunan karet. Pada ketinggian sekitar 400 m ini dapat dimaklumi, karena didataran rendah sudah digarap menjadi tanah persawahan sebelum tanaman karet masuk ke Indonesia.

 Tanah
            Tanaman karet dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, baik pada tanah-tanah vulkanis muda ataupun vulkanis tua, aluvial dan bahkan tanah gambut. Tanah-tanah vulkanis umumnya memilki sifat-sifat fisika yang cukup baik, terutama dari segi struktur, tekstur, solum. Kedalaman air tanah, aerasi dan drainasinya. Akan tetapi sifat-sifat kimianya umumnya sudah kurang baik, karena kandungan haranya relatif rendah.
            Tanah yang derajat keasamannya sudah mendekati normal cocok untuk ditanam karet. Derajat keasaman yang paling cocok adalah 5-6 batas toleransi, ph tanah bagi tanaman karet adalah 4-8 tanah yang agak masih lebih baik daripada tanah yang basa, ph dibawah 3 atau diatas 8 menyebabakan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.
            Tanah-tanah aluvial umunya cukup subur untuk pertumbuhan tanaman karet tetapi sifat fisisnya terutama drainasenya dan aerasenya kurang baik. Pembuatan saluran- saluran drainase akan menolong memperbaiki keadaan tanah ini. Reaksi tanah yang umum di tanami pada pertanaman karet dengan ph antara 3,0 – 8,0. ph  tanah dibawah 3,0 atau diatas 8,0 menyebabkan tanaman terhambat.
 



PENYAKIT JAMUR AKAR MERAH PADATANAMAN KARET



Penyakit Jamur Akar Merah

Klasifikasi jamur Akar Merah adalah sebagai berikut :
            Kingdom         :  Fungi
            Phylum            :  Basidiomycota
            Class                :  Basidiomycetes
            Subcalss          :  Agaricomycetidae
            Ordo                :  Polyporales
            Family             :  Ganodermataceae
            Genus              :  Ganodrma
            Spesies            :  Ganoderma philippii
Penyakit akar merah (Ganoderma philippii) mempunyai arti yang cukup penting juga dalam budidaya tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell.Agr.), bahkan didaerah-daerah tertentu, misalnya Jawa Barat penyakit ini mempunyai arti yang lebih penting dari pada penyakit akar putih (Rigidiporus lignosusu). Disini penyakit akar merah dapat membentuk rumpang-rumpang yang luas. Dikebun-kebun karet di Srilanka terdapat jamur akar merah yang lain yaitu    Poria hypobrunnea Petch. Rupa-rupanya Ganoderma  pseudoforreum tidak dikenal di Srilanka juga adanya Ganoderma pseudoforreum yang menjadi penyakit akar yang paling penting pada pertanaman teh di Indonesia.
            Di Malaysia penyakit akar merah (Ganoderma  philippii) merupakan penyakit penting bagi dudidaya tanaman karet maupun teh. Lebih kurang 20 % dari tanaman karet yang mati karena penyakit akar yang disebabakan oleh penyakit ini. Penyakit ini juga merupakan penyakit yang penting diPerkebunan karet di di Zaire. Penyakit ini juga dikenal di Thialand, Indocina, India, Afrika Barat, Afrika Tengah, Afrika Timur dan Amerika Selatan. Selain belum ditemukan di Srilanka seperti yang telah di uarikan diatas penyakit jamur akar merah (Ganoderma philippii) pada tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell.Agr) juga belum terdapat di Negara Papua Nugini.
            Kerugian hasil yang ditimbulkan dari penyakit akar merah (Ganoderma philippii) ini sebesar 20%, sehingga penyakit ini merupakan penyakit yang penting diperkebunan karet. Penyakit ini dapat membentuk rumpang-rumpang yang luas, biasanya penyakit ini menyerang pada tanaman karet yang sudah dewasa atua tanaman karet yang sudah tua. Penyakit ini berkembang sangat lama, sehingga gejala ini baru dapat terlihat setelah bertahun-tahun kemudian, atau setelah tanaman karet berumur 5 tahun, sehingga salah satu upaya pengendaliannya dengan caras emua tanggul dan  sisa-sisa akar tanaman harus dibersihkan dengan teliti dan dibakar agar jamur ini tidak meluas kebagiann tanaman yang lain.

Gejala Serangan
Akar yang sakit tertutup oleh selaput miselium berwarna merah yang dilekati oleh butir-butir tanah, warna merah akan kelihatan jelas bila akar dicuci. Tepi miselium yang sedang tumbuh biasanya berwarna putih krem, warna merah yang khas hanya terjadi jika miselium menjadi tua. Pada tingkatan yang lebih lanjut selaput berwarna merah anggur tua dan warna ini tetap meskipun dealam keadaan kering. Perlukaan dalam dari selaput miselium berwarna putih kotor.
            Cendawan ini menular melalui kontak antar akar. Benang-benang cendawan agak pendek membentuk jaringan miselia yang dapat menutupi permukaan akar. Pada tingkat permulaan, benang-benag ini berwarna putih bila kering dan menjadi tua bila basah. Berbeda dengan cendawan akar putih, cendawan ini tidak membentuk rhizomorf.
Gejala serangan dari penyakit akar merah (Ganodera philippii) ialah akar yang sakit tertutup oleh selaput miselium berwarna merah yang dilekati oleh butir-butir tanah, warna itu semakin jelas terlihat bila akar dicuci. Pada tingkatan yang lebih lanjut selaput berwarna merah anggur tua dan warnanya tetap meskipun dalam keadaan kering, Hal ini sesuai dengan literatur Semangun (1989), yang menyatakan bahwa penyakit akar merah (Ganodera  philippii) mengakibatka akar yang sakit tertutup oleh selaput miselium berwarna merah yang dilekati oleh butir-butir tanah, warna itu semakin jelas terlihat bila akar dicuci. Pada tingkatan yang lebih lanjut selaput berwarna merah anggur tua dan warnanya tetap meskipun dalam keadaan kering. Perlukaan dalam dari selaput miselium berwarna kotor.

Pengendalian

1.      Pada waktu melakukan pembukaan tanah atau peremajaan, semua tunggul dan sisa-sisa akar harus dibersihkan dengan teliti dan dibakar, terutama kalau ada tanda-tanda bahwa didaerah itu terdapat banyak serangan  jamur akar merah.
2.      Pohon-pohon yang sakit atau mati dibongkar dan diusahakan agar sumber infeksi dapat ditemukan untuk dibinasakan.
3.      Untuk mencegah meluasnya penyakit dibuat selokan isolasi atau pembukaan leher akar, seperti yang sudah diuraikan dalam pengendaliaan akar putih.
4.      Untuk mengobati pohon sakit yang masih dapat ditolong dan untuk melindungi pohon-pohon disekitarnya dapat dipakai Ganocide (drazoxolon), atau calixin CP (collar protectant), (tridemorf) untuk melumas leher akar dan pangkal akar tunggang dan akar samping.
5.      Karena penyakit dibantu oleh tanah yang basah dan sukar meneruskan air, maka dikebun-kebun yang basah perlu diadakan drainase yang sebaik-baiknya.
Teknik pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan penyakit akar merah adalah pada waktu melakukan pembukaan tanah, maka sisa–sisa akar tanaman harus dibersihkan dengan teliti dan dibakar, pohon yang sakit dan mati dibongkar, dibuat selokan isolasi atau pembukaan leher akar, kebun yang basah perlu diadakan drainase, dan pemberian fungisida, hal ini sesuai dengan literatur Semangun (1989), yang menyatakan bahwa penyakit akar merah dapat dikendalikan dengan melakukan pembukaan tanah dan sisa-sisa akar tanaman harus dibersihkan dan dibakar, pohon yang sakit dan mati dibongkar, dibuat selokan isolasi, kebun yang basah perlu diadakan drainase dan pemberian fungisida.


KESIMPULAN

Kesimpulan

1.      Penyakit Akar Merah pada tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell.Agr.) disebabkan oleh jamur Ganoderma philippii.
2.      Gejala serangan dari Penyakit Akar Merah (Ganoderma philippii) pada tanaman karet adalah akar yang sakit tertutup oleh selaput miselium berwarna merah yang dilekati oleh butir-butir tanah, warna yang khas hanya terjadi bila miselium menjadi tua.
3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi dari Penyakit Akar Merah     (Ganoderma philippii) adalah dengan menghindari hutan yang kotor dengan cara membersihkan tunggul dan akar-akar pada waktu pembukaan hutan atau pembongkaran kebun karet tua.
4.      Pengendalian Jamur Akat Merah (Ganoderma philippii) pada tanaman karet (Hevea brasiliensisi Muell.Agr.) yaitu mencegah meluasnya penyakit dibuat selokan isolasi atau pembukaan leher akar.
5.      Penyakit Akar Merah (Ganoderma philippii) menular melalui kontak antara akar yang sakit dengan akar yang sehat, jamur akar merah dapat membentuk rhizomorf, tetapi tidak dapat menjalar di tanah.